Rabu, 12 Januari 2011

Faktor Penghambat Kreativitas

kreativitas adalah kemampuan menciptakan dan mewujudkan gagasan baru untuk meningkatkan nilai tambah atau manfaat dari bahan-bahan yang sudah tersedia.

Kreativitas merupakan perpaduan antara kecerdikan dan ketulusan. Di satu sisi kreativitas adalah hasil kecerdikan seseorang dalam menggunakan pikirannya, sedangkan disisi lain gagasan dari kreativitas adalah gagasan yang tulus untuk membuat perbaikan dan terobosan untuk membuat kemajuan dalam segala hal. Tujuan dari kreativitas adalah untuk menemukan solusi yang bisa mempermudah dan mempercepat cara menangani suatu hal.

Setiap orang memiliki kreativitas, namun kadang orang tidak bisa mengembangkan kreativitasnya semaksimal mungkin disebabkan karena adanya hambatan dalam pengembangan kreativitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pengembangan kreativitas seseorang, yaitu :
1.      Faktor internal, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri sendiri, diantaranya :
1)      Takut untuk mengambil risiko
2)      Takut untuk dikritik
3)      Kurangnya usaha berkreasi
4)      Kekauan dalam berfikir
5)      Tidak percaya diri
2.    Faktor eksternal, yaitu faktor yang bersumber dari luar diri yaitu lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat diantaranya :
1)      Sikap orang tua yang otoriter, mereka mendorong anak dalam bidang-bidang yang tidak diminati.
2)      Cara guru mengajar yang otoriter
3)      Masyarakat yang tidak mendukung seseorang untuk berkreasi
4)      Tidak adanya sarana dan fasilitas yang dapat mendukung pengembangan kreativitas.

Menurut Yusuf Abu Al-Hijaj, Faktor-faktor yang menghambat kreativitas  :
1.    Gangguan Pikiran
Diantaranya adalah belenggu dan kurangnya kebebasan atau terbiasa dengan pola pikir yang bersifat tipikal, lekatnya pemikiran mengenai adanya satu jawaban tepat untuk berbagai masalah.
2.   Gangguan Psikologis
Diantaranya adalah rasa takut untuk tampil dengan penampilan yang kurang cerdas atau kurang percaya diri dan patuh pada cara-cara yang sudah umum dalam memecahkan masalah, menolak perubahan, dan lain sebagainya.
3.    Gangguan lingkungan internal yang dihadapi oleh seseorang.
Hal ini meliputi gangguan dalam keluarga maupun sekolah. Ini merupakan gangguan yang meliputi aksi kekerasan atau ejekan, pendidikan yang keras dan lain sebagainya.
4.   Gangguan lingkungan eksternal
Meliputi gangguan internal kerja dan gangguan yang disebabkan oleh masyarakat, seperti manajemen yang buruk, suasana kantor dan rutinitas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar