Senin, 04 April 2011

KONSEP ORGANISASI


A.    Pengertian Organisasi
Istilah organisasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Organon” yang berarti alat, bagian, anggota atau badan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) organisasi adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan tertentu; kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Beberapa ahli mengungkapkan defenisi organisasi sebagai berikut :

1.      James D. Mooney
Menurut James D. Mooney, dalam bukunya The Principles of Organization, organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
2.      Chester I Barnand
Chester I. Barnand mengemukakan dalam bukunya The Fungction of The Executive, organisasi adalah suatu sistem mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
3.      J. William Schulze
Sedangkan menurut J. William Schulze, organisasi adalah suatu penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat perlengkapan, ruang kerja dan segala sesuatu yang bertalian dengannya, yang dihimpun dalam hubungan yang teratur dan efektif untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
4.      Kamus Administrasi
Dalam kamus administrasi dikatakan bahwa, organisasi adalah suatu usaha kerja sama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari defenisi-defenisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Dalam organisasi terdapat sekelompok orang (dua orang atau lebih)
b.      Dalam organissi ada kerja sama
c.       Dalam organisasi ada tujuan bersama
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat dikatakan bahwa organisasi merupakan perkumpulan sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

B.     Prinsip-Prinsip Organisasi
Agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik, maka dalam pelaksanaannya perlu berpedoman pada prinsip-prinsip organisasi, yaitu prinsip perumusan tujuan, prinsip pembagian kerja, prinsip pendelegasian kekuasaan/wewenang, prinsip tingkat pengawasan, prinsip rentang manajemen, prinsip kesatuan perintah, dan prinsip koordinasi. Untuk lebih jelasnya simak uraian prinsip organisasi berikut :
1.      Prinsip Perumusan Tujuan
Sebelum membuat suatu organisasi/badan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan tujuan dari dibentuknya organisasi/badan tersebut. Tujuan ini harus jelas karena akan menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh organisasi tersebut.
2.      Prinsip Pembagian Kerja
Dalam pelaksanaan kegiatan, organisasi harus melakukan pembagian tugas/kerja untuk menhindari kemungkinan terjadinya tumpang tindih pekerjaan dan penumpukan pekerjaan pada satu unit kerja.
3.      Prinsip Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang
Dalam menjalankan kegiatanm, suatu unit harus diberi kekuasaan/wewenang untuk melaksanakan tugas-tugasnya agar dapat dimintai pertanggungjawabannya
4.      Prinsip Tingkat Pengawasan
Berjalannya sebuah organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan, harus dipastikan dengan selalu menjalankan sistem pengawasan, karena tanpa adanya pengawasan tidak mungkin suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. Oleh karena itu, penyusunan organisasi harus memperhatikan kemudahan sistem pengawasan.
5.      Prinsip rentang manajemen
Dalam sebuah organisasi perlu diperhatikan efektivitas dan efisiensi seorang pemimpin dapat membawahi berapa jumlah orang yang dipimpinnya sehingga pimpinan dapat melakukan kepemimpinannya sacara efektif dan efisien serta dapat melakukan pengawasan secara optimal.
6.      Prinsip Kesatuan Perintah
Dalam sebuah organisasi, seorang bawahan biasanya mempunyai seorang atasan. Dari atasan tersebutlah ia menerima perintah dan kepada atasan tersebut pula memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya.
7.      Prinsip Koordinasi
Prinsip koordinasi adalah usaha mengarahkan kegiatan seluruh unit-unit organisasi agar tertuju pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Adanya pembagian tugas kepada unit-unit kerja terkadang tanpa disadari timbul kecenderungan untuk memisahkan diri dari tujuan organisasi secara keseluruhan. Untuk itu, koordinasi diperlukanagar terhindar dari konflik, dengan mengurangi duplikasi tugas, mengurangi pengangguran dan memperkuat kerja sama.

C.    Bentuk-Bentuk Organisasi
Berdasarkan pola hubungan kerja serta alur wewenang dan tanggung jawabnya, bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan menjadi organisasi garis/lini, organisasi garis dan staf, dan organisasi fungsional. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut :
1.      Organisasi Garis/Lini
Pada bentuk organisasi garis lini, organisasi dibagi kedalam unit-unit kerja yang bulat pada tungkat-tingkat jenjang yang diperlukan. Wewenang dari pucuk pimpinan mengalir langsung kepada para pimpinan unit pada tata jenjang organisasi. Masing-masing pimpinan unit memegang wewenang dan tanggung jawab penuh terhadap bidang kerja unitnya.  Semua karyawan pada unit tersebut menerima instruksi dan petunjuk langsung dari pimpinan unit dan langsung mempertanggungjawabkan kepada pimpinan unit.
Pada bentuk organisasi gari lini, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab berjalan secara lurus dan vertikal melalui saluran tunggal sehingga untuk struktur organisasinya lebih sederhana.
Kelebihan bentuk organisasi line, antara lain :
a.       Kesatuan perintah lebih terjamin, karena pimpinan berada pada satu tangan.
b.      Proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat
c.       Rasa kesetiakawanan antarkaryawan lebih tinggi karena lebih saling kenal.
Kekurangan bentuk organisasi garis lini, antara lain :
a.       Seluruh organisasi sangat bergantung pada satu orang sehingga jika pimpinan tersebut tidak mampu maka akan terancam jatuh organisasi tersebut.
b.      Biasanya pimpinan lebih cenderung bersifat otoriter
c.       Karyawan lebih sulit untuk berkembang.

2.      Organisasi Garis dan Staf
Pada bentuk organisasi garis dan staf. Pimpinan organisasi mengangkat tenaga staf untuk membantu pelaksanaan semua pekerjaan yang sangat luas. Pada bentuk ini, unit-unit organisasi disusun menurut garis lurus, tetapi pada unit pimpinan ditambah tenaga staf sebagai tenaga ahli perorangan atau suatu unit khusus yang bertugas memberikan bantuan-bantuan keahlian kepada pimpinan organisasi.
Kelebihan bentuk organisasi garis dan staf, antara lain :
a.       Memudahkan untuk pengambilan keputusan yang tepat karena adanya staf ahli.
b.      Cocok digunakan untuk organisasi besar yang memiliki tugas dan tujuan yang luas.
c.       Lebih mudah untuk menerapkan “The right man on the right place”.
Kekurangan bentuk organisasi garis dan staf, antara lain :
a.       Kesetiakawanan antar karyawan sulit dibina karena luasnya organisasi dan jumlah karyawannya yang banyak sehingga karyawan tidak saling mengenal.
b.      Koordinasi sulit dilakukan karena kompleksnya susunan organisasi.

3.      Organisasi Fungsional
Pada bentuk organisasi fungsional, seorang pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan jika ada hubungannya dengan fungsi pimpinan tersebut. Spesialisasi setiap bawahan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tetapi sulit untuk melakukan tour of duty (perputaran pekerjaan)
Kelebihan bentuk organisasi fungsional, antara lain :
a.       Pembagian tugas-tugas menjadi lebih jelas.
b.      Spesialisasi karyawan dapat lebih dikembangkan.
c.       Spesialisasi karyawan dapat dimanfaatkan lebih maksimal, karena masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya.
Kekurangan bentuk organisasi fungsional, antara lain :
a.       Sulit untuk melakukan tour of duty (perputaran pekerjaan) karena para karyawan telah terspesialisasi.
b.      Para karyawan yang merasa ahli dalam bidangnya sulit bekerja sama dan lebih mementingkan spesialisasinya sehingga sulit melakukan koordinasi
c.       Tidak ada kesatuan perintah karena karyawan dapat menerima perintah dari beberapa atasan yang sama-sama memiliki kekuasaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar